Tuesday, December 19, 2006

JANGAN MAU DIMAKLUM

Pelajaran Kewiraan (UPI MAth 98 /Tahun 1999)
Nama Dosen: kolonel.Purn Uding Zainudin
drap...drap...drappp. langkah tegap dosen terdengar kian jelas...kreekk sang dosen membuka pintu " Kallliaaaann yang ada di baris paling belakang .... KELUARRRRRR!!!!!" teriak parau mantan ABRI ini memekakkan telingaku...huh untung aku duduk di depan. wajar sang dosen marah pikirku...karena kebiasaan kita kalo duduk pasti yang dibelakang dulu dipenuhin...baru yang didepan, dan berdasarkan data bangku depan selalu kosong... Perilaku ini sudah sering dilakukan sehingga sang dosen murka.

Pa Uding...aku memanggil beliau adalah dosen paling tegas yang pernah aku temui...saking tegas beliau ga mau tahu mahasiswanya harus membeli buku kewiraan yang ga penting... pernah ada teman yg ga mampu membeli.. eh malah dimarahin... dia bilang gini "kalian mahasiswa udah dewasa... usaha donks ...mandiri... gimana caranya buku ini bisa kebeli...Kalian jangan mau dimaklum karena satu2 nya orang yang dimaklum hanyalah ORANG GILA!!!""" coba kalian lihat orang gila... mereka ketawa sendiri kita paling bilang "maklum gila" mereka ga pake baju, komentar kita " maklum gila" masa kalian mahasiswa mau saya maklum??? apa bedanya sama orang gila???

hu hu hu...pasti gendok deh di gituin , pikirku...

selasa 2006
kata2 dosenku tadi hingga sekarang masih terngiang "aku ga mau dimaklum sama orang...tapi aku akan mudah memaklumin orang he he he;))

Friday, December 08, 2006

Kalo ga ngomong ga asyik

he he he.... semua orang sibuk bicara mengomentari segala yang tlah terjadi di dunia ini. Pantesan siaran berita dari jaman TVRI sampe sekarang laku, trus infotanment menduduki ranking teratas dalam dunia hiburan. Tidak lain karena semua orang senang berkomentar.
Komentar kerjaan paling mudah. Usil itu kata gampangnya... hu hu hu.... karena lidah ngga bertulang kali ya...
padahal kita memang harus ngejaga lisan kita agar tidak terjerumus pada hal2 yang bersifat mudarat ya....ah aku sih pesen... kontrol bicara kita OKKK! peace !!!!

Monday, December 04, 2006

cerita seuntai hati (menuju pencerahan)

hari ini, hati ini, derap langkah ini, begitu berbeda dengan kemarin, atau 3 hari yang lalu. ada langkah goyah pada kakiku, ada batu besar menghujam dadaku, ada sesak menyebar ke seluruh tubuhku...
Padahal aku tidak mengalami masalah apapun...dari mulai pergi aku bahagia..setelah kurenungi lagi, ternyata masalahnya ada di sekitarku.
terkadang aku suka ga tahan liat orang BT karena ulahku atau peranku, walaupun itu tanpa aku sengaja.
ah... ternyata aku masih negatif thinking ya sama keadaan lingkungan disekitar. aku masih gampang tersedot energi gara2 lihat seseorang uring2an, atau lihat ada temen yang ga menyapa, atau menghadapi teman satu lagi yang marah2, yang ngomel, ah bla... bla...
Intinya masalahnya ada di aku sih, aku sendiri yang belum pake baju positive thinking, jadi begitu peluru dari luar menerpaku aku langsung mati.
tapi ketang masalah2 itu justru yang menyebabkan aku jadi bisa survive, jadi kreatif, jadi begini. beruntunglah aku yang selalu Allah ingatkan tatkala aku lalai. bersyukur aku yang selalu mendapatkan ujian, tidak lain ini semua pasti ada hikmahnya.
Allah tidak akan memberi beban pada umatnya diluar kemampuan umatnya itu sendiri. Allah maha mengetahui apa2 yang terbaik menurut umatnya. Allah maha baik, i love u Allah. hanya Allah yang mau memahami perasaanku...tiba2 aku rindu Allah, dan ...ups aku lupa belum shalat. mumpung semua belum terlambat, aku ingin mengadukan semua pada Allah.

Friday, December 01, 2006

Relationship


Dulu ... pekerjaan yang saya senangi adalah bekerja tanpa interaksi dengan banyak orang. Karena saya tidak terlalu suka menghadapi orang banyak. maleslah,reselah, inilah, itulah, beribu pernyataan saya ungkapkan. berbagai cara saya kerjakan agar saya bisa menghindari pekerjaan yang melibatkan banyak orang.
Saya memang orang yang menyukai suasana sepi, bergaul dengan orang hanya akan menambah konflik karena sayapun tidak suka kalau antar orang terjadi konflik.
Tapi kenyataannya... saya tidak bisa menghindari untuk berinteraksi dengan orang. dari mulai menikah, saya menambah keluarga baru, kemudian berinteraksi dengan keluarga suami,lalu pekerjaan menuntut saya untuk "mau tidak mau" memanage orang.
Pantes ya di islam sering dibilang, bahwa habluminannas itu penting, karena memang tidak mudah berinteraksi dengan orang.
beda pendapat atau konflik tidak bisa dihindari...
perlahan saya mulai bisa beradaptasi menghadapi orang2 yang banyak, akhirnya saat ini saya suka berhadapan dengan orang2 siapaun, golongan apapun, karena dari mereka kita bisa belajar, ya kata itu yang menjadi kuncinya agar kita tetap eksis dalam komunitas hiruk pikuknya manusia.